Minggu, 23 September 2012

IPTEKS DALAM ISLAM


KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan karena atas berkah dan rahmat-Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah ini hingga selesai yang berjudul “IPTEKS DALAM ISLAM”. Semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk semua pembaca.
Ucapan terimakasih sebesar-besarnya kami persembahkan kepada:
1.         Allah SWT yang telah memberikan kami akal pikiran dalam membuat makalah ini.
2.         Orang tua kami yang telah memberikan dorongan, pengertian, dan bantuan baik berupa materi maupun non materi kepada kami sehingga makalah ini dapat selesai.
3.         Dosen bidang studi yang telah memberikan bimbingan.
4.         Teman-teman kami yang selalu memberi kritikan dan saran untuk makalah ini
Demikianlah makalah ini kami buat untuk memenuhi tugas dan untuk menjadi bahan pembelajaran kedepan . Tiada gading yang tak retak makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Saran dan kritikan yang membangun  masih kami natikan.
Makassar,







DAFTAR ISI
Kata pengantar…………………………………………………………………… v
Daftar isi………………………………………………………………………… vi
Bab 1 Pendahuluan………………………………………………………………. 1
            Latar Belakang…………………………………………………………... 1
            Rumusan Masalah……………………………………………………...... 1
Bab 2 Pembahasan………………………………………………………………. 2
Bab 3 Kesimpulan dan Saran…………………………………………………… 7
Daftar Isi………………………………………………………………………… 8


BAB I
PENDAHULUAN
A.                Latar Belakang
Dewasa ini, perkembangan zaman semakin merambah, berkembang dengan begitu cepat hal terssebut tidak terlepas dari adanya ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Islam telah menerangkan dan mengatur semuanya di dalam Al-Qur’an dan As Sunnah. Al-Qur’an dan As Sunnah bersifat nasbih dan absoulut (QS. Al-Baqarah/2:1-5 dan QS. An-Najm/53:3-4) sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa islam sangat berpengaruh dengan ipteks.
Islam mengajarkan kita untuk terus berkembang sesuai  dengan kemajuan zaman selagi perkembangan itu tidak menyalahi aturan-aturan dalam agama. Untuk itu, kami akan membahas ipteks dalam islam pada makalah ini agar kita semua mengetahui bagaimana cara memanfaatkan ipteks yang benar sesuai hukum-hukum islam.
B.                 Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, maka kami mengangkat beberapa rumusan masalah yaitu :
1.      Apa pengertian ilmu pengetahuan, teknologi dan  seni?
2.      Apa hubungan iman, ipteks dan amal dalam islam?
3.      Apa kewajiban manusia terhadap pemanfaatan ipsteks dalam islam?



BAB II
PEMBAHASAN
1.        Pengertian Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni
Secara filsafah ilmu, ilmu dan pengetahuan sangat berbeda. Ilmu yaitu sesuatu yang sudah jelas dan dapat diuji kembali secara ilmiah dan bersifat sistematis, sedangkan pengetahuan adalah segala yang dilihat, di dengar, atau dirasakan oleh manusia.
1Ilmu terbagi ke dalam dua bagian, yaitu ilmu yang berkaitan dengan aqidah dan ibadah wajib, dimana setiap orang wajib mendalaminya dan ilmu yang berkaitan dengan ruang public, misalnya ilmu kedokteran, ilmu sosiologi, ilmu komputer, dan lain-lain, yang tidak semua orang wajib mempelajarinya. 2Ilmu dapat menggapai Sang Pencipta melalui observasi yang teliti dan tepat tentang hukum-hukum yang mengatur alam.
Qs. Ali Imran ayat 190-191 yang artinya: "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya siang dan malam, terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal. (Yaitu) Orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan penciptaan langit dan bumi".
Secara  terminologi, ilmu pegetahuan adalah sesuatu yang diketahui berdasarkan apa yang sudah ada dan diperoleh melalui metode-metode ilmiah. Di dalam Al-Qur’an terdapat hampir 900 kata ilmu, hal ini menunjukkan bahwa Allah memerintahkan manusia untuk banyak-banyak berilmu dan mengamalkannya.
Ilmu pengetahuan dalam dewasa ini merupakan tambang emas masa depan. Orang-orang berasumsi bahwa ketika seseorang berilmu, maka orang tersebut akan menjadi kaya. Hal ini, menunjukkan bahwa asumsi diatas secara tidak langsung akan membuat masyarakat mengerti pentingnya ilmu pengetahuan.
Tanpa ilmu pengtahuan tidak akan ada yang  namanya teknologi, artinya ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berkatan satu sama lain. 3Teknologi sebagai kumpulan alat, aturan dan prosedur yang merupakan penerapan pengetahuan ilmiah terhadap suatu pekerjaan tertentu dalam cara yang memungkinkan pengulangan.
Teknologi adalah penerapan ilmu pengetahuan dalam bentuk nyata dan melalui proses penciptaan berupa benda-benda yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Ibarat pisau, teknologi memiliki dua sisi yaitu positif dan negatif . Untuk itu, manusia dibekali ilmu pengetahuan agar mereka mampu membedakan antara yang positif dan negatif, sehingga tidak teerjadi penyimpangan terhadap teknologi.
Seni identik dengan keindahan, seseorang tidak akan menggunakan sesuatu yang tidak indah bukan? Bahkan merek akan menggunakan sesuatu yang bias di bilang “sangat indah”. Pada dasarnya seni adalah pengungkapan ekspresi jiwa seseorang yang digambarkan pada objek-objek tertentu dengan memperhitungkan keindahan dan kegunaan objek tersebut. Biasa jadi, sebuah barang yang tadinya terlihat kurang indah menjadi indah ketika telah mendapat sentuhan-sentuhan seni.
4Seni adalah kegiatan rohani yang merefleksikan realitas dalam suatu karya yang bentuk dan isinya mempunyai untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam rohaninya penerimanya.
5Seni adalah segala perbuatan manusia yang timbul dari perasaan dan sifat indah, hingga menggerakan jiwa perasaan manusia.

1.  Dalam kitab Ihya' Ulumuddin, Al Ghazali.
2.  Afzalur Rahman dalam Ensiklopediana Ilmu dalam Al-Quran
3.  Manuel Castells dalam Capra (2004, 107)
4.  Ahdian Karta Miharja
5.  Ki Hajar Dewantara



2.        Hubungan Iman, Ipteks, dan Amal
Ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni berkaitan antarsatu dengan lainnya. Hal ini mewakili pembuktian bahwa tidak ada satu cabang ilmu yang mampu berdiri sendiri. Contohnya saja, pembuatan perangkat handphone  tanpa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, maka handphone tidak akan ada sekarang.
1Pesatnya perkembangan sains dan teknologi semakin terasa dari hari ke hari. Banyak hasil dari perkembangan sains dan teknologi yang tadinya diluar angan-angan manusia sudah menjadi keperluan harian manusia. Contohnya penyampaian informasi yang dahulu memerlukan waktu hingga berbulan-bulan, kini dengan adanya telepon, handphone, faksimile dan internet dapat sampai ke tujuan hanya dalam beberapa detik saja, bahkan pada masa yang (hampir) bersamaan. Melalui TV, satelit dan alat komunikasi canggih lainnya, kejadian di satu tempat di permukaan bumi atau di angkasa dekat permukaan bumi dapat diketahui oleh umat manusia di seluruh dunia dalam masa yang bersamaan. Selain dalam bidang komunikasi, perkembangan dalam bidang lain pun seperti material, alat-alat transportasi, alat-alat rumah tangga, bioteknologi, kedokteran dan lain-lain begitu maju dengan pesat. Kita mengakui bahwa sains dan teknologi memang telah mengambil peranan penting dalam pembangunan peradaban material atau lahiriah manusia.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
2“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda (Kebesaran Allah) bagi kalangan ulul albab. Yaitu mereka yang hatinya selalu bersama Allah di waktu berdiri, duduk dan dalam keadaan berbaring dan memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini semua dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka perliharalah kami dari azab neraka.”

1.        www.ilmupengathuan,teknologi,danseni.com (blogspot.com)
2.        (QS Al-Imron 190-191)
3.        Kewajiban manusia terhadap pemanfaatan ipteks dalam islam
Setiap manusia memiliki hak dan kewajiban, hak manusia yang berhubugan dengan ipteks antara yaitu menikmati segala hasil ipteks, menikmati segala fasilitas-fasilitas yang dari ipteks.
1Dalam konteks 'abdun (hamba Allah), manusia menempati posisi sebagai ciptaan Allah. Posisi ini memiliki konsekuensi adanya keharusan manusia untuk taat dan patuh kepada penciptanya. Keengganan manusia menghambakan diri kepada Allah sebagai pencipta akan menghilangkan rasa syukur atas anugerah yang diberikan sang pencipta berupa potensi yang sempurna yang tidak diberikan kepada makhluk lainnya yaitu potensi akal. Dengan hilangnya rasa syukur mengakibatkan ia menghambakan diri kepada hawa nafsunya. Keikhlasan manusia menghambakan dirinya kepada Allah akan mencegah penghambaan manusia kepada sesama manusia termasuk pada dirinya.
Manusia khalifah atau wakil Allah di muka bumi. Manusia diberikan kebebasan untuk mengeksplorasi, menggali sumber-sumber daya serta memanfaatkannya dengan sebesar-besar kemanfaatan untuk kehidupan ummat manusia dengan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, karena alam diciptakan untuk kehidupan manusia sendiri. Untuk menggali potensi alam dan memanfaatkannya diperlukan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memadai. Tanpa menguasai IPTEKS, fungsi hidup manusia sebagai khalifah akan menjadi kurang dan kehidupan manusia akan tetap terbelakang. Allah menciptakan alam, karena Allah menciptakan manusia. Seandainya Allah tidak menciptakan manusia, maka Allah tidak perlu menciptakan alam. Oleh karena itu, manusia mendapat amanah dari Allah untuk memelihara alam, agar terjaga kelestariannya dan keseimbangannya untuk kepentingan ummat manusia. Kalau terjadi kerusakan alam dan lingkungan ini lebih banyak disebabkan karena ulah manusia sendiri. Mereka tidak menjaga amanat Allah sebagai khalifah (QS. Ar-Rum/30:41).
Kewajiban manusia terhadap pemanfaatan ipteks antara lain:  menjaga ipteks, menggunakan ipteks dengan baik (tidak disalahgunakan), dan mengembangkan ipteks sehingga bisa digunakan secara lebih baik lagi.
1.        www.hakmanusiaterhadapipteks.com (workpress.com)
2.        www.khilafahallah.com (blogspot.com)




BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
1.      Kesimpulan
Manusia sebagai makhluk Allah yang paling sempurna, manusia di beri akal pikiran untuk mengembangkan potensi diri untuk kebaikan manusia lain dan dengan dirinya sendiri. Oleh sebab, manusia patut bersyukur atas apa yang diberikan Allah SWT.
2.      Saran
Penggunaan ipteks diharapkan sesuai dengan kaidah-kaidah islam, sehingga tercipta keseimbangan dan keselaran dalam kehidupan umat manusia.



DAFTAR PUSTAKA


Rabu, 19 September 2012

Pengertian, Sejarah, dan Orang Yang Berkontribusi dalam Statistika


1.        Pengertian Statistik
a.       Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Singkatnya, statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data. Istilah 'statistika' (bahasa Inggris: statistics) berbeda dengan 'statistik' (statistic). Statistika merupakan ilmu yang berkenaan dengan data, sedang statistik adalah data, informasi, atau hasil penerapan algoritma statistika pada suatu data. Dari kumpulan data, statistika dapat digunakan untuk menyimpulkan atau mendeskripsikan data; ini dinamakan statistika deskriptif. Sebagian besar konsep dasar statistika mengasumsikan teori probabilitas. Beberapa istilah statistika antara lain: populasi, sampel, unit sampel, dan probabilitas.  (http://id.wikipedia.org/wiki/Statistika Tanggal 17 Sepetember 2012 Pukul 09.31 WITA)
b.      Statistik adalah sekumpulan cara maupun aturan-aturan yang berkaitan dengan pengumpulan, pengolahan(Analisis), penarikan kesimpulan, atas data-data yang berbentuk angka dengan menggunakan suatu asumsi-asumsi tertentu. (Prof.Dr.H.Agus Irianto) (http://agung7villa.blogspot.com/2012/04/pengertian-statistik-menurut-para-ahli.html 17 Sepetember 2012 Pukul 09.53 WITA)
c.       Statistik adalah ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk data, yaitu tentang pengumpulan, pengolahan, penganalisisa, penafsiran, dan penarikan kesimpulan dari data yang berbentuk angka. (Ir.M.Iqbal hasan,MM) (http://agung7villa.blogspot.com/2012/04/pengertian-statistik-menurut-para-ahli.html 17 Sepetember 2012 Pukul 09.53 WITA)
d.      Statistik adalah metode yang memberikan cara-cara guna menilai ketidak tentuan dari penarikan kesimpulan yang bersifat induktif. (Stoel dan Torrie) (http://agung7villa.blogspot.com/2012/04/pengertian-statistik-menurut-para-ahli.html 17 Sepetember 2012 Pukul 09.53 WITA)
e.       Statistika (statistik) adalah ilmu terdiri dari teori dan metoda yang merupakan cabang dari matematika terapan dan membicarakan tentang : bagaimana mengumpulkan data, bagaimana meringkas data, mengolah dan menyajikan data, bagaimana menarik kesimpulan dari hasil analisis, bagaimana menentukan keputusan dalam batas-batas resiko tertentu berdasarkan strategi yang ada. (Sudjana (1992:3)) (http://agung7villa.blogspot.com/2012/04/pengertian-statistik-menurut-para-ahli.html 17 Sepetember 2012 Pukul 09.53 WITA)
Sejarah statistik dapat dikatakan mulai sekitar 1.749 meskipun, dari waktu ke waktu, telah terjadi perubahan penafsiran statistik kata. Pada zaman awal, artinya dibatasi untuk informasi tentang negara. Hal ini kemudian diperluas untuk mencakup semua koleksi informasi dari semua jenis, dan kemudian masih itu diperluas untuk mencakup analisis dan interpretasi data tersebut. Dalam istilah modern, "statistik" berarti kedua set informasi yang dikumpulkan, seperti dalam rekening nasional dan catatan temperatur, dan pekerjaan analitis yang memerlukan inferensi statistik.
Kegiatan statistik yang sering dikaitkan dengan model dinyatakan dengan probabilitas, dan memerlukan teori probabilitas bagi mereka untuk diletakkan secara teoritis perusahaan: lihat Sejarah probabilitas.
Sejumlah konsep statistik memiliki dampak penting pada berbagai ilmu. Ini termasuk desain eksperimen dan pendekatan untuk inferensi statistik seperti inferensi Bayesian, yang masing-masing dapat dianggap memiliki urutan mereka sendiri dalam pengembangan ide-ide yang mendasari statistik modern.
Statistik Istilah pada akhirnya berasal dari collegium statisticum New Latin ("dewan negara") dan kata Italia statista ("negarawan" atau "politikus"). The Statistik Jerman, pertama kali diperkenalkan oleh Gottfried Achenwall (1749), awalnya ditunjuk analisis data tentang negara, yang berarti "ilmu negara" (kemudian disebut aritmatika politik dalam bahasa Inggris). Ini diperoleh arti dari pengumpulan dan klasifikasi data umumnya di awal abad 19. Saat itu diperkenalkan ke dalam bahasa Inggris pada tahun 1791 oleh Sir John Sinclair ketika ia diterbitkan pertama dari 21 volume berjudul Rekening statistik of Scotland.
Dengan demikian, tujuan utama asli Statistik adalah data yang akan digunakan oleh badan-badan administrasi pemerintah dan (sering terpusat). Pengumpulan data tentang negara dan daerah terus, terutama melalui nasional dan layanan statistik internasional. Secara khusus, sensus memberikan informasi yang sering diperbarui tentang populasi.
Buku pertama untuk memiliki 'statistik' dalam judul adalah "Kontribusi ke Statistik Vital" oleh Francis GP Neison, aktuaris ke Kantor Kehidupan Medis valid dan Umum. Penggunaan metode statistik tanggal kembali ke setidaknya abad SM 5. Para sejarawan Thucydides dalam History of Perang Peloponnesia  menjelaskan bagaimana orang Atena menghitung ketinggian dinding Platea dengan menghitung jumlah batu bata di bagian unplastered dari dinding cukup dekat mereka untuk dapat menghitungnya. Hitungannya diulang beberapa kali oleh sejumlah tentara. Nilai yang paling sering (dalam terminologi modern - mode) sehingga bertekad diambil menjadi nilai yang paling mungkin dari jumlah batu bata. Mengalikan nilai ini dengan ketinggian batu bata yang digunakan di dinding memungkinkan orang Atena untuk menentukan ketinggian tangga yang diperlukan untuk skala dinding.
Dalam epik India - Mahabharata (Buku 3: The Story of Nala) - Raja Rtuparna memperkirakan jumlah buah dan daun (2095 buah dan 50.000.000 - lima crores - daun) pada dua cabang besar pohon Vibhitaka dengan menghitung mereka pada satu ranting. Jumlah ini kemudian dikalikan dengan jumlah ranting di cabang-cabang. Perkiraan ini kemudian diperiksa dan ditemukan sangat dekat dengan jumlah yang sebenarnya. Dengan pengetahuan tentang metode ini adalah Nala kemudian dapat kembali kerajaannya.
Tulisan paling awal pada statistik ditemukan di sebuah buku abad ke-9 berjudul: "Naskah pada Mengartikan Pesan Cryptographic", ditulis oleh Al-Kindi (801-873 M). Dalam bukunya, Al-Kindi memberikan penjelasan rinci tentang bagaimana menggunakan statistik dan analisis frekuensi untuk menguraikan pesan dienkripsi, ini adalah kelahiran kedua statistik dan pembacaan sandi.
Pengadilan mengadakan percobaan adalah uji kemurnian uang logam Royal Mint yang telah diselenggarakan secara teratur sejak abad ke-12. Pengadilan itu sendiri didasarkan pada metode sampling statistik. Setelah pencetakan serangkaian koin - awalnya dari sepuluh pon perak - koin tunggal ditempatkan dalam mengadakan percobaan - sebuah kotak di Westminster Abbey. Setelah periode tertentu - sekarang sekali setahun - koin dikeluarkan dan ditimbang. Contoh koin dihapus dari kotak tersebut kemudian diuji untuk kemurnian.
The Cronica Nuova, sejarah abad ke-14 dari Florence oleh bankir Florentine Giovanni Villani dan resmi, termasuk banyak informasi statistik mengenai penduduk, perdagangan tata cara, dan perdagangan, pendidikan, dan sarana ibadah dan telah digambarkan sebagai pengenalan pertama statistik sebagai positif elemen dalam sejarah, meskipun tidak istilah maupun konsep statistik sebagai bidang tertentu belum ada. Tapi ini terbukti tidak benar setelah penemuan kembali buku Al-Kindi pada analisis frekuensi.
Mean aritmetik, meskipun konsep yang dikenal oleh orang Yunani, tidak generalised untuk lebih dari dua nilai sampai abad ke-16. Penemuan sistem desimal oleh Simon Stevin pada 1585 nampaknya telah memfasilitasi perhitungan ini. Metode ini pertama kali diadopsi dalam astronomi oleh Tycho Brahe yang berusaha untuk mengurangi kesalahan dalam perkiraan mengenai lokasi dari berbagai benda langit.
Ide median berasal dari buku Edward Wright pada navigasi (Certaine Kesalahan di Navigasi) pada tahun 1599 di bagian mengenai penentuan lokasi dengan kompas. Wright merasa bahwa nilai ini adalah yang paling mungkin untuk menjadi nilai yang benar dalam serangkaian pengamatan.
John Graunt dalam bukunya Pengamatan Alam dan Politik Terbuat atas Bills of Mortality memperkirakan populasi London pada 1662 dari paroki catatan. Dia tahu bahwa ada sekitar 13.000 pemakaman per tahun di London dan bahwa tiga orang meninggal per sebelas keluarga per tahun. Dia memperkirakan dari catatan paroki bahwa ukuran keluarga rata-rata adalah 8 dan menghitung bahwa penduduk London adalah sekitar 384.000. Laplace pada tahun 1802 diperkirakan penduduk Perancis dengan metode yang sama.
Metode matematika statistik muncul dari teori probabilitas, yang dapat tanggal dengan korespondensi antara Pierre de Fermat dan Blaise Pascal (1654). Christiaan Huygens (1657) memberikan perlakuan awal ilmiah diketahui subjek. Jakob Bernoulli Ars Conjectandi (anumerta, 1713), dan Abraham de Moivre adalah Doktrin Kemungkinan (1718) diperlakukan subjek sebagai cabang matematika. Dalam bukunya Bernoulli memperkenalkan gagasan mewakili kepastian lengkap sebagai satu dan probabilitas sebagai angka antara nol dan satu.
Galileo berjuang dengan masalah kesalahan dalam pengamatan dan telah samar-samar dirumuskan prinsip bahwa nilai-nilai yang paling mungkin yang tidak diketahui akan menjadi orang-orang yang membuat kesalahan dalam semua persamaan cukup kecil. Penelitian formal teori kesalahan dapat ditelusuri kembali ke Roger Cotes 'Opera Miscellanea (anumerta, 1722). Tobias Mayer, dalam studinya tentang librasi bulan (Kosmographische Nachrichten, Nuremberg, 1750), menemukan metode formal pertama untuk memperkirakan jumlah yang tidak diketahui oleh umum rata-rata dari pengamatan dalam keadaan identik dengan rata-rata dari kelompok persamaan yang sama.
Contoh pertama dari apa yang kemudian dikenal sebagai kurva normal dipelajari oleh Abraham de Moivre yang diplot kurva ini pada November 12, 1733. De moive sedang mempelajari jumlah kepala yang terjadi ketika 'fair' koin dilemparkan.
Sebuah memoar - Sebuah usaha untuk menunjukkan keuntungan yang timbul dengan mengambil rata-rata dari sejumlah pengamatan di praktis astronomi - disiapkan oleh Thomas Simpson pada tahun 1755 (dicetak 1756) pertama kali diterapkan teori untuk pembahasan kesalahan pengamatan. The cetak ulang (1757) dari memoar ini menetapkan aksioma bahwa kesalahan positif dan negatif sama-sama mungkin, dan bahwa ada batas-batas tertentu dialihkan di mana semua kesalahan dapat diperkirakan jatuh, kesalahan terus menerus dibahas dan kurva probabilitas diberikan. Simpson membahas distribusi beberapa kemungkinan kesalahan. Dia pertama kali dianggap sebagai distribusi seragam dan kemudian distribusi diskrit segitiga simetris diikuti oleh distribusi segitiga simetris terus menerus.
Rudjer Boskovic pada tahun 1755 yang berbasis di karyanya pada bentuk bumi diusulkan dalam bukunya De Litteraria expeditione per pontificiam ditionem ad dimetiendos duos Meridiani gradus PP a. Maire et Boscovicli bahwa nilai sebenarnya dari serangkaian pengamatan akan apa yang meminimalkan jumlah kesalahan mutlak. Dalam terminologi modern nilai ini adalah median.
Johann Heinrich Lambert pada 1765 Anlage bukunya zur arsitektonis diusulkan setengah lingkaran sebagai distribusi kesalahan. Pierre-Simon Laplace (1774) membuat usaha pertama untuk menyimpulkan aturan untuk kombinasi pengamatan dari prinsip-prinsip teori probabilitas. Dia mewakili hukum probabilitas kesalahan oleh kurva dan menyimpulkan rumus untuk rata-rata tiga pengamatan. Laplace pada 1774 mencatat bahwa frekuensi kesalahan dapat dinyatakan sebagai suatu fungsi eksponensial dari besarnya sekali tandanya sudah diabaikan. Distribusi ini sekarang dikenal sebagai distribusi Laplace. Lagrange mengusulkan distribusi parabolik kesalahan pada tahun 1776.
Laplace pada tahun 1778 menerbitkan hukum kedua dari kesalahan di mana ia mencatat bahwa frekuensi kesalahan adalah sebanding dengan eksponensial kuadrat besarnya. Hal ini kemudian ditemukan kembali oleh Gauss (mungkin di 1795) dan sekarang dikenal sebagai distribusi normal yang adalah sangat penting dalam statistik [9] Distribusi ini pertama kali disebut sebagai distribusi normal oleh Pierce pada tahun 1873 yang mempelajari kesalahan pengukuran. ketika suatu objek dijatuhkan ke dasar kayu. Ia memilih normal panjang karena sering terjadi di alami variabel yang terjadi. Lagrange juga menyarankan pada tahun 1781 dua distribusi lain untuk kesalahan - distribusi kosinus.
Laplace memberikan (1781) rumus untuk hukum fasilitas kesalahan (istilah karena Joseph Louis Lagrange, 1774), tapi satu yang menyebabkan persamaan tidak terkendali. Daniel Bernoulli (1778) memperkenalkan prinsip produk maksimum probabilitas suatu sistem kesalahan bersamaan. Laplace, dalam penyelidikan gerakan Saturnus dan Jupiter pada tahun 1787, metode umum Mayer dengan menggunakan kombinasi linier yang berbeda dari satu kelompok dari persamaan.
Laplace pada tahun 1802 diperkirakan penduduk Perancis menjadi 28.328.612. Ia menghitung angka ini menggunakan jumlah kelahiran pada tahun sebelumnya dan data sensus selama tiga masyarakat. Data sensus dari masyarakat ini menunjukkan bahwa mereka memiliki 2.037.615 orang dan jumlah kelahiran adalah 71.866. Dengan asumsi bahwa sampel merupakan perwakilan dari Perancis, Laplace diproduksi estimasinya untuk seluruh penduduk. Metode kuadrat terkecil, yang digunakan untuk meminimalkan kesalahan dalam pengukuran data, diterbitkan secara independen oleh Adrien-Marie Legendre (1805), Robert Adrain (1808), dan Carl Friedrich Gauss (1809). Gauss telah menggunakan metode yang terkenal di prediksi 1.801 dari lokasi planet kerdil Ceres. Pengamatan yang Gauss berdasarkan perhitungan-perhitungan pada dibuat oleh Piazzi biarawan Italia. Bukti lebih lanjut yang diberikan oleh Laplace (1810, 1812), Gauss (1823), Gading (1825, 1826), Hagen (1837), Bessel (1838), Donkin (1844, 1856), Herschel (1850), Crofton (1870) , dan Thiele (1880, 1889).
Antoine Augustin Cournot pada 1843 adalah yang pertama untuk menggunakan median istilah (valeur médiane) untuk nilai yang membagi distribusi probabilitas menjadi dua bagian yang sama. Kontributor lain untuk teori kesalahan adalah Ellis (1844), De Morgan (1864), Glaisher (1872), dan Giovanni Schiaparelli (1875). [Rujukan?] Peters (1856) rumus untuk r, yang "error kemungkinan" dari pengamatan tunggal secara luas digunakan dan terinspirasi statistik yang kuat awal (resisten terhadap outlier: lihat kriteria Peirce).

Dalam penulis abad ke-19 pada teori statistik termasuk Laplace, Lacroix S. (1816), Littrow (1833), Dedekind (1860), Helmert (1872), Laurant (1873), Liagre, Didion, De Morgan, Boole, Edgeworth, dan K. Pearson.
Gustav Theodor Fechner menggunakan median (Centralwerth) dalam fenomena sosiologis dan psikologis. Hal itu sebelumnya telah digunakan hanya dalam astronomi dan bidang terkait. Francis Galton menggunakan median istilah bahasa Inggris untuk pertama kalinya pada tahun 1881 setelah sebelumnya menggunakan istilah-tengah sebagian besar nilai pada tahun 1869 dan media pada tahun 1880.
Adolphe Quetelet (1796-1874), pendiri lain yang penting dari statistik, memperkenalkan konsep "manusia rata-rata" (l'homme moyen) sebagai sarana untuk memahami fenomena sosial yang kompleks seperti tingkat kejahatan, tingkat perkawinan, dan tingkat bunuh diri. Tes pertama dari distribusi normal diciptakan oleh statistik Wilhelm Jerman Lexis pada 1870-an. Satu-satunya data set yang tersedia baginya bahwa ia mampu menunjukkan terdistribusi secara normal adalah tingkat kelahiran.
Francis Galton mempelajari berbagai karakteristik manusia - tinggi, berat, panjang bulu mata antara lain -. Dan menemukan bahwa banyak dari ini dapat dipasang ke distribusi kurva normal. Francis Galton pada tahun 1907 menyerahkan kertas to Nature pada kegunaan dari median [18]. Ia meneliti akurasi 787 tebakan dari berat seekor lembu di sebuah pameran negara. Berat sebenarnya adalah £ 1208: menebak rata-rata adalah 1198. Para tebakan yang nyata non-terdistribusi normal.
The Anders Norwegia Nicolai Kiær memperkenalkan konsep stratified sampling pada tahun 1895. Arthur Lyon Bowley diperkenalkan random sampling pada tahun 1906. Jerzy Neyman tahun 1934 menunjukkan bahwa stratified random sampling adalah pada umumnya metode yang lebih baik dari estimasi daripada purposive (kuota ) pengambilan sampel.

Pada tahun 1929 Wilson dan Hilferty kembali memeriksa data Pierce dari 1873 dan menemukan bahwa itu tidak benar-benar terdistribusi normal.
Catatan: Selama abad ke-20, penciptaan instrumen yang tepat untuk penelitian pertanian, masalah kesehatan masyarakat (epidemiologi, biostatistik, dll), pengendalian kualitas industri, dan tujuan ekonomi dan sosial (tingkat pengangguran, econometry, dll) mengharuskan kemajuan substansial dalam praktek statistik . Saat ini penggunaan statistik telah diperluas jauh melampaui asal-usulnya. Individu dan organisasi menggunakan statistik untuk memahami data dan membuat keputusan seluruh ilmu-ilmu alam dan sosial, kedokteran, bisnis, dan daerah lainnya. Statistik umumnya dianggap bukan sebagai subfield matematika melainkan sebagai yang berbeda, meskipun sekutu, lapangan. Banyak universitas mempertahankan matematika terpisah dan departemen statistik. Statistik juga diajarkan di departemen yang beragam seperti psikologi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat.
3.        Tokoh yang berpengaruh dalam statistik dan konstribusinya.
a.       Johann Carl Friedrich Gauß (juga dieja Gauss) (lahir di Braunschweig, 30 April 1777 – meninggal di Göttingen, 23 Februari 1855 pada umur 77 tahun) adalah matematikawan, astronom, dan fisikawan Jerman yang memberikan beragam kontribusi; ia dipandang sebagai salah satu matematikawan terbesar sepanjang masa selain Archimedes dan Isaac Newton. Dilahirkan di Braunschweig, Jerman, saat umurnya belum genap 3 tahun, ia telah mampu mengoreksi kesalahan daftar gaji tukang batu ayahnya. Menurut sebuah cerita, pada umur 10 tahun, ia membuat gurunya terkagum-kagum dengan memberikan rumus untuk menghitung jumlah suatu deret aritmatika berupa penghitungan deret 1+2+3+…+100. Meski cerita ini hampir sepenuhnya benar, soal yang diberikan gurunya sebenarnya lebih sulit dari itu. Gauss adalah ilmuwan dalam berbagai bidang: matematika, fisika, dan astronomi. Bidang analisis dan geometri menyumbang banyak sekali sumbangan-sumbangan pikiran Gauss dalam matematika. Kalkulus (termasuk limit) ialah salah satu bidang analisis yang  juga menarik perhatiannya. [wikipedia.org]
b.      William Sealy Gosset (13 Juni 1876-Oktober 16, 1937) dikenal sebagai seorang ahli statistik, yang terkenal dengan nama penanya student dan untuk karyanya berupa distribusi t-Student. Lahir di Canterbury, Inggris. Dari orang pasangan Agnes Sealy Vidal dan Kolonel Frederic Gosset, Gosset belajar di Winchester College sebelum belajar kimia dan matematika di New College, Oxford. Pada saat lulus pada tahun 1899, ia bergabung dengan perusahaan pembuatan bir Dublin Arthur Guinness & Son. Disinilah ia menggunakan ilmu statistiknya di bidang pembuatan bir dan seleksi varietas di ladang gerst (semacam gandum untuk membuat bir). Gosset memperoleh ilmunya dengan belajar, trial dan error dan juga menghabiskan waktunya antara 1906-7 di laboratorium biometrik milik Karl Pearson. Gosset dan Pearson memiliki hubungan yang baik, Pearson dibantu gosset dalam hal matematika dalam penulisan papernya. Pearson dibantu dengan 1980 an paper tetapi tapi ia memiliki apresiasi yang kecil terhadap pentingnya hal itu. Papernya ini sebagian besar membahas tentang pembuat bir dengan metode sampel kecil , sementara biometrician yang biasanya memiliki ratusan pengamatan dan melihat tidak ada urgensi dalam mengembangkan metode-sampel kecil. [wikipedia.org]
c.       Sir Ronald Aylmer Fisher, FRS (17 Februari 1890  – 29 Juli 1962) ahli statistik, evolusi biologi, dan genetika Inggris. Richard Dawkins menyebutnya “Pengganti Darwin terbesar”, dan ahli sejarah statistik Anders Hald  menyebutkan “Fisher adalah seorang jenius yang dengan sendirian menciptakan dasar-dasar ilmu statistik modern”. Beberapa sumbangan Fisher pada dunia statistik adalah Prinsip Disain Eksperimen, maksimum likelihood, sufficiency, ancilarity, Diskriminator Linier Fisher, dan Fisher Information. Dalam artikelnya tahun 1924 “On a distribution yielding the error functions of several well known statistics” diperkenalkan chi-square Karl Pearson dan t-student, hasil analisisnya yang lain adalah distribusi z (yang saat ini sangat dikenal bersama Distribusi F). Kontribusi ini membuatnya menjadi tokoh utama statistika abad 20. [wikipedia.org]
d.      Sir Francis Galton FRS (16 Februari 1822 – 17 Januari 1911), sepupu Sir Douglas Galton, sepupu dua kali Charles Darwin, adalah seorang polymath Victoria Inggris, antropolog, egenetika, penjelajah tropis, geografer, penemu, ahli meteorologi, ahli proto-genetika, psychometrisian, dan statistikawan. Dia diberi gelar kebangsawanan pada tahun 1909. Galton mempunyai produktifitas intelektual tinggi, dan menghasilkan lebih dari 340 makalah dan buku sepanjang hidupnya. Ia juga menciptakan konsep statistik korelasi dan regresi. Dia adalah orang yang pertama untuk menerapkan metode statistik untuk mempelajari perbedaan manusia dalam hal warisan kecerdasan, dan memperkenalkan penggunaan kuesioner dan survei untuk mengumpulkan data tentang masyarakat, yang dibutuhkan untuk genelogikal dan biografi serta untuk studi antropometrik nya. Dia adalah seorang pelopor dalam eugenika, mempopulerkan istilahnya sendiri “nature versus nurture” (alam vs pemeliharaan). Bukunya, Genius herediter (1869), adalah upaya jenius ilmiah pertama tentang sains sosial yg mempelajar kejeniusan dan kemegahan. Sebagai penyidik dari pikiran manusia, ia mendirikan psikometri (ilmu tentang mengukur kemampuan mental). dan psikologi diferensial. Dia menemukan metode untuk mengklasifikasikan sidik jari yang terbukti berguna dalam ilmu forensik. (4.bp.blogspot.com)
e.       Blaise Pascal (1623-1662) berasal dari Perancis. Minat utamanya ialah filsafat dan agama, sedangkan hobinya yang lain adalah matematika dan geometri proyektif. Bersama dengan Pierre de Fermat menemukan teori tentang probabilitas. Pada awalnya minat riset dari Pascal lebih banyak pada bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan, di mana dia telah berhasil menciptakan mesin penghitung yang dikenal pertama kali. [wikipedia.org].
4.        Bapak Statistika
Pada tahun 1642, pada usia delapan belas Blaise Pascal menemukan kalkulator roda numerik yang disebut Pascaline untuk membantu ayahnya seorang penagih pajak menghitung pajak di Prancis. Kontribusi Pascal untuk komputasi diakui oleh ilmuwan komputer Nicklaus Wirth, yang pada tahun 1972 membuat bahasa pemrograman dengan nama Pascal (dan bersikeras bahwa bahasa ini harus dieja Pascal, tidak PASCAL) [inventors.about.com]

Selasa, 13 Maret 2012

Ungkapan Pertama... :(

24 February 2012, jam kosong, aku duduk di samping lonceng sekolah lalu seorang guru datang menghampiriku dan bertanya tentang apa yang aku pikirkan saat itu. Aku menghela nafas panjang seraya menunjukkan selembar kartu golongan darah dari petugas Palang Merah. Sang guru bertanya lagi, kenapa dengan kartu ini dan mengapa kau bersedih? Sejenak aku berpikir hingga sang guru menyadarkanku dari lamunan.

Aku hanya tersenyum, sang guru kemudian memulai pembicaraan “jangan banyak pikiran Rul, sebentar lagi kamu akan ujian buanglah dulu pikiran yang tidak penting. Jangan sampai pikiran itu mengganggu sekolahmu karena belakangan ini banyak laporan dari guru-guru kalau kamu tidak pernah masuk dalam mata pelajaran mereka, kalaupun masuk, kamu tidak memperhatikan mereka, kamu hanya melamun. Sebenarnya kamu kenapa?”

“tidak pak, mungkin ini hanya bagian dari “masa labil”, sebentar lagi pasti akan normal kembali.” Jawabku singkat. “ah tidak masuk akal anak seperti kamu itu baru masuk masa labil. Ceritalah sama bapak, anggap saja bapak ini teman kamu” rayu sang guru. Aku berdiri dan mengucapkan terimakasih lalu berpamitan pada pak guru.

Sampai di kelas, aku baru menyadari kalau sebenarnya aku melupakan kartu golongan darah yang ku perlihatkan pada pak guru tadi. Aku duduk di bangku belakang, aku melihat teman-temanku tertawa dengan riang kemudian aku bertanya dalam hati “apa aku bisa seperti mereka suatu saat nanti? Tertawa tanpa kepalsuan tanpa beban yang terkadang membuatku putus asa menjalani hidup? Lalu tiba-tiba aku merasa muak dengan apa yang mereka lakukan, sungguh itu bukan keinginanku”. (Apa aku hanya berusaha berbohong dengan keingian hatiku?)

26 February 2012, aku dipanggil ke musollah sekolah. Disana sudah ada beberapa guru termasuk pak guru yang kemarin. Aku duduk lalu salah seorang guru memberiku map kuning dan kartu golongan darahku yang terlupa kemarin, kemudian guru itu bertanya “inikah yang menyebabkan kamu malas bersekolah belakangan ini? Sejak kapan kamu sadar hal ini? Bisakah kamu menjelaskannya?

Aku tertunduk, rasanya airmata ku akan jatuh, tapi aku tak ingin menangis, aku tak ingin dikatakan lemah. I’m strong so I don’t cry. “Bukan, bukan ini yang membuatku malas, aku tidak malas, aku senang bersekolah tapi anggap saja ini bentuk protes dariku. Sadar? Sampai sekarang aku masih belum sadar, aku masih belum bisa menerima semua ini. Setiap kali ada pendonoran darah, aku selalu menyempatkan diri untuk melakukan cek golongan darah, dan taukah ibu bapak guru semua bagaimana rasanya melihat hasil yang sama dengan hasil yang sebelum-sebelumnya? Taukah kalian bagaimana rasanya sakitnya berharap hal yang mustahil terjadi? Bukan 3 atau 4 kali aku cek golongan darah dengan hasil yang sama. Aku hanya ingin tulisan AB- ini berubah menjadi O” protesku.

Seorang guru bimbingan konseling menatapku tajam. “lalu kamu kenapa?” katanya. “tidak bu, aku hanya ingin sendiri. Aku tak ingin punya banyak teman, mereka semua penuh kepalsuan.” Jawabku. “manusia tidak mampu hidup sendiri” katanya dengan nada yang tinggi. Dengan nada datar aku mencoba menjawabnya “akukan bilang, aku tidak ingin punya banyak teman bukan tidak ingin punya teman. Aku tau manusia tidak akan bisa tanpa manusia lain, aku tau itu dan aku merasakannya dengan pasti. Tapi saat hatiku yang merontah tidak karuan seperti ini, apakah aku harus melawannya? Aku hanya ingin jujur pada hatiku. Saat dia berkata hanya butuh satu orang maka satu oranglah yang aku butuhkan, dan saat hatiku berkata dia butuh orang yang banyak maka aku akan mencari orang yang lebih banyak. Bukan pergaulan yang munafik yang aku cari, tapi pergaulan yang memberikan pelajaran yang berarti dalam hidup. Maaf bu, pak, saya ada ujian harian, saya harus ke kelas. Terimakasih untuk perhatian kalian” aku pamit.

27 February 2012, hari ini ada pendampingan khusus untuk lomba jurnalis tingkat nasional di gedung Erlangga. Aku dan beberapa orang guru mewakili provinsi Sulawesi Selatan bergegas kesana. Sebagai wakil dalam lomba jurnalis nasional, aku tidak ingin di cap ngaret. Di perjalanan salah seorang guru kembali membahas masalah aku yang malas kesekolah, sebenarnya aku juga tidak tau kenapa aku malas sekolah, aku bingung dengan prasaan ku sendiri.

Masuk telinga kanan keluar dari telinga kiri, begitu cepat berlalu ucapan guru itu di perjalanan tadi. Dalam pertemuan di gedung Erlangga itu tak sepatah katapun suara yang aku keluarkan. Aku hanya sibuk dengan pikiranku sendiri, aku ingin mengeluarkan segala penat dihatiku tapi tak mampu ku ungkapkan karena aku tak tau apa penat itu.

Hari ini berakhir dengan air mata. Tangan papa menempel dipipiku, meninggalkan bekas yang sangat “indah”. Goresan sapu mama kini ada lagi di tubuhku. Tidak sakit rasanya di tubuhku untuk semua luka ini. Tapi hatiku…hatiku yang sakit. Hatiku perih, ini kejadian yang ke enam kalinya dalam bulan ini. Aku bertanya, apa salahku pada mereka namun tak satupun yang menjawab, mereka hanya melanjutkan “kerja” mereka. Dan kejadian ini menyadarkanku apa yang mengganggu hidupku.

28 February 2012, hari ini aku tidak masuk sekolah. Jangan tanya kenapa karena jawabannya pasti. Aku tidak akan masuk sekalah dengan kondisi yang seperti ini. Aku tidak bisa berjalan. Wajahku luka, badanku jangan ditanyakan lagi.

Kapan terakhir aku memeluk orang tuaku? Pertanyaan itu terbersit saat aku membaca sebuah novel. Membuka memory. Air mataku jatu mnengingat kejadian demi kejadian yang ku alami selama ini. Hingga aku tau, aku terakhir memeluk mereka sehari sebelum masuk Taman Kanak-kanak. Belasan tahun tak ku rasakan bagamana hangatnya dekapan orang tua. Yang ku rasa hanya bagaimana “Hangatnya” sentuhan “Mesra” mereka.

Aku terlalu sakit menulis semua ini. Biarlah ini menjadi milikku.